Tuesday, September 30, 2014

We See Everything



  Kemampuan teknologi telah berkembang pesat seiring berjalannya waktu, teknologi ini juga dapat digunakan untuk ketertiban dan keamanan kota. Seperti pemasangan CCTV di semua tempat, iya literally semua tempat publik. Polisi juga dapat beroperasi dari suatu pusat kendali dan hanya melihat banyak monitor yang aku rasa lebih efektif daripada ditempatnya secara langsung karena keterbatasan ruang pandang manusia. Hal ini memanglah telah diterapkan dibeberapa tempat, hanya kurang optimal.
Ya.... selama polisisnya tidak seperti digambar disamping sih tidak apa-apa.
Tapi CCTV tersebut jika ingin lebih optimal, sebaiknya dikembangkan untuk dapat melakukan Face Recognition dengan cepat dan demikian dapat menemukan orang yang dicari dengan cepat pula yang berujung pada polisi dapat bertindak lebih cepat juga.
Bayangkan ada kasus perampokan dan muka perampok tertangkap pada suatu kamera, dibandingkan polisi melihat mukanya lalu mencari secara manual, akan lebih cepat jika muka tersebut diubah menjadi serangkaian data lalu menyerahkan pada komputer yang terhubung pada kamera-kamera lainnya untuk mencari orang tersebut, jika ketemu, layar akan terus berganti dari satu kamera ke kamera lainnya mengikuti orang tersebut, sehingga polisi dapat menangkap perampok tersebut dengan lebih cepat dan efisien. Demikian akan meningkatkan keamanan masyarakat, rasa aman, dan menurunkan kriminalitas secara drastis karena resiko tertangkap akan sangat tinggi.
        Namun dibalik keuntungan tersebut, sebagai manusia, pasti ada yang selalu mencari kelemahan dibalik semua hal. Salah satu kelemahan yang pasti akan diungkapkan adalah masalah privacy. Privasi ditempat publik dibandingkan keamanan secara menyeluruh, sudah jelas yang mana yang seharusnya di prioritaskan, namun pasti ada orang yang selalu skeptis terhadap hal ini. "Jika ada CCTV disemua tempat publik, dimana letak privasi kita? Emang kalian mau selalu dilihatin, diuntit kemana pun kalian pergi?" kemungkinan inilah yang dikatakan orang-orang tersebut, atau ya kalimat yang mirip itu. Solusi nya sebenarnya kembali ke mindset absurd tersebut. CCTV ini akan dipasang di tempat publik, bukan didalam rumah rakyat, lalu privasi apa yang dikhawatirkan? Ditempat publik, privasi memang sudah hampir tidak ada, bayangkan kamu ada di mall dan ada ratusan orang lainnya di mall tersebut, semua orang dapat melihat kamu, mau ada CCTV atau pun tidak, privasi kamu sudah hampir tidak ada, jadi apa lagi yang dikhawatirkan dalam masalah privasi ditempat umum? Sebenarnya masalah ini hanyalah sebuah mindset saja, jadi selama masyarakat tidak paranoid akan hal ini dan menerimanya, hal pemasangan CCTV ditempat umum dan memantau setiap masyarakatnya bukanlah sesuatu yang harus dipusingkan. Keamanan atau privasi yang nyaris tidak ada? Pilihan yang gampang bukan?

Saturday, September 20, 2014

Need - Know - How - Solve

1. Seoraang investor argoindustri di sumatra ingin membeli lahan perkebunan seluas mungkin dengan ukuran bujursangkar. Modal investasinya 320 juta rupiah. Harga lahan dan pengerjaannya adalah 1 Milyar per hektar. Biaya konstruksi pagar batas lahan adalah 1 juta per 100 meter. Berapa ukuran lahan yang dapat dibeli?

Need: Ukuran lahan yang dapat dibeli
Know: Modal = 320 juta rupiah. Harga lahan dan pengerjaannya = 1 milyar per hektar. Biaya konstruksi pagar = 1 juta per 100 meter.
How: Anggap panjang dan lebar lahan tersebut adalah x. Sehingga luas lahan dapat ditulis sebagai x^2 dan pagar yang diperlukan yaitu keliling persegi adalah 4x.
Solve:
Modal = luas lahan . biaya + keliling lahan . biaya pagar
320 = x^2 . 0,1 + 4x . 0,01
320 = 0,1x^2 + 0,04x
0,1x^2 + 0,04x + 320 = 0
10 x^2 + 4x + 32000 = 0
X = 17,6 m
Luas lahan yang dapat dibeli, x^2= 17,6^2 = 309,76 m^2

2. Kabel baja vertikal digunakan untuk menyangga bagian jalan dalam bentuk konstruksi jembatan gantung. Salah satu kabel vertikal yang panjangnya 4,00 m digunakan untuk menyangga beban 20,0 ton. Akibat beban tersebut, kabel baja bertambah panjang 20,0 cm. Jika beban yang sama disangga oleh kabel baja yang sama panjang dengan panjang 8,00 m, berapa besar pertambahan panjangnya?

Need: Pertambahan panjang kabel baja sepanjang 8,00 m ketika menyangga beban 20,0 ton
Know: Kabel baja sepanjang 4,00m ketika menyangga beban 20,0 ton mengalami pertambahan panjang sepanjang 20,0 cm
How: Kita tidak dapat menentukan secara tepat pertambahan panjang yang akan terjadi, namun secara teori, pertambahan panjang yang terjadi ketika panjang yang lebih panjag ekuivalen terhadap panjang semula
Solve:
X2  =  L2
X1      L1
X2 . 4,00 = 20,0 . 8,00
X2 = 40,0 cm

3. Berapa jumlah kios cukur rambut pria (barbershop) di kota Bandung (jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa)?

Need: Jumlah kios cukur rambut pria
Know: Jumlah penduduk kota Bandung sekitar 2,5 juta jiwa, sekitar 1,25 juta jiwa adalah laki-laki. Asumsikan seorang pria memotong rambutnya 12 kali dalam setahun, seorang pencukur rambut dapat mencukur rambut dalam 30 menit, sekitar 15 potongan rambut dalam 8 jam kerja (anggap 30 menit waktu istirahat). Anggap ada 3 pencukur dalam satu kios.
How: Jumlah potongan rambut yang diberikan haruslah ekuivalen dengan jumlah penduduk yang ada, kita harus menghitung jumlah kios yang dibutuhkan seandainya sebuah kios buka 300 hari dalam setahun.
Solve:
1250000 pria x 12 potongan rambut/pria tahun = 15000000 potongan rambut/tahun
15000000 potongan rambut/tahun x 1/300 tahun/hari = 50000 potongan rambut/hari
50000 potongan rambut/hari x 1/15 pencukur/potongan rambut = 3333,3 pencukur
3333,3 pencukur x 1/3 kios/pencukur = 1111,1 kios pencukur rambut
sehingga jumlah kios pencukur rambut yang diperlukan adalah 1111 kios.

Monday, September 15, 2014

Mobil Biomimetik Menjadi Solusi Krisis BBM?

Seperti dikutip dari CNN, pada tahun 2008, Marcedes-Benz’s meluncurkan desain baru mobil bionik yang meniru struktur streamline eksoskleton dari Boxfish (Ostracion cubicus).

Istilah mobil bionik mengacu pada desainnya yang terinspirasi desain alam untuk menghasilkan inovasi baru engineering, suatu studi yang dikenal dengan nama biomimetik.
Dengan pemahaman mengenai prinsip alam, para scientist dan engineer berharap dapat menciptakan suatu teknologi yang ramah lingkungan. Mobil dengan penggunaan energi yang efisien dan minim emisi. Seperti dikutip dari The Idea Connection,  para engineer membuktikan adanya potensi mobil bionik ini untuk menekan konsumsi bahan bakar hingga 20% dan memotong emisi NO hingga 80% .
Struktur mobil yang meniru bentuk ikan boxfish ini memberikan karakter aerodinamis dan dikabarkan mampu menghemat penggunaan bahan bakar hingga 30 km/liter. Bandingkan dengan kisaran rata-rata penggunaan bahan bakar mobil lainnnya, yaitu antara 9-20 km/liter. Desain yang efisien dengan meniru desain alam ini dapat menjadi solusi untuk krisis bahan bakar saat ini.
Meskipun mobil bionik ini belum dapat ditemukan di dealer lokal, Mercedes-Benz telah membangun harapan untuk bentuk desain mobil generasi selanjutnya yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan dan ekonomi.



Sumber:
http://jurnalhijau.wordpress.com/2012/07/25/mobil-biomimetik-salinan-desain-alam-dan-solusi-krisis-bbm/